[Script Anti Copy Paste]

Update terkini tentang COVID-19! Perhatikan..


Hari ini kami akan berikan kalian update terakhir tentang COVID-19. Semua ini hanya berasal dari berita dan pemberitahuan pihak WHO dan Tujuan dari artikel ini hanya menambah pengetahuan tentang perkembangan COVID-19.

Menurut Direktur WHO Pandemi COVID-19 bisa selesai pada tahun 2022

Semenjak COVID-19 menjadi ancaman kesehatan dunia. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa sebetulnya COVID-19 bisa saja diakhiri di tahun 2022 dengan catatan jika seluruh dunia mengikuti imbauan pencegahan dari WHO. Dari yang kita lihat dan rasakan kebanyakan orang malah tidak peduli atau mengira ini semua hanyalah hoax yang sengaja dibuat oleh kumpulan pimpinan negara..

Di awal Februari 2021 saja sudah tercatat 100 Juta kasus COVID-19 dan sekitar 2,2 Juta orang dilaporkan meninggal dunia. Pihak WHO terus menghimbau selalu ikuti protokol kesehatan agar pandemi ini cepat selesai, dengan lamanya virus ini hidup makin berkembangnya COVID-19 menjadi lebih berbahaya dari sebelumnya.

COVID-19 bermutasi dan berkembang dengan sangat cepat
"Kebanyakan mutasi tidak ada artinya, mereka tidak akan memiliki implikasi klinis yang nyata. Tetapi sesekali, serangkaian mutasi akan menyebabkan virus menjadi lebih menular, lebih mematikan, atau meningkatkan kemampuannya untuk melarikan diri dari vaksin kita." kata Dr Ashnish Jha, ilmuwan dari Brown University School of Public Health

Pada kenyataannya pandemi ini bisa lebih cepat selesai jika semua orang mendengarkan himbauan WHO, apa sih yang setidaknya bisa kita bantu mempercepat situasi ini agar selesai?
  • Pertama 'Social Distance' seperti yang di katakan oleh pemerintah dan WHO, selalu jaga jarak di area publik agar mencegah terinfeksi oleh COVID-19 ini.
  • Kedua jika merasa sakit sedikitpun lebih baik izin dari kerja ataupun sekolah dan melakukan 'Self Isolation' atau mengurung diri sendiri agar mencegah terkena COVID-19 atau mencegah menyebarkan Covid ini. Walau belum tentu jika kamu terkena Covid atau tidak ada baiknya mengurung diri dan keluar jika hanya perlu dikarenakan di saat sakit itulah Covid 99% akan menyerang dirimu!
  • Ketiga yaitu hindari kontak fisikal seperti berjabat tangan, aktivitas seksual, dll.. mengapa? kita tidak tahu dari mana lawan bicaramu itu dari mana saja, masih ada kemungkinan Covid menyangkut di pakaian/badan lawan bicaramu.
  • Keempat, Jika merasakan demam lebih dari lima hari ada baiknya anda melakukan test apakah anda terkena Covid
  • Kelimia apakah anda merasakan Masalah Pencernaan? seperti mual, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan. Semua tanda itu merupakan ciri adanya gangguan fungsi gastrointestinal. Hal ini juga dianggap sebagai tanda adanya penyebaran infeksi yang parah.

Vaksin Sinovac
Sebanyak 10 Juta Vaksin Sinovac telah sampai di Indonesia dan sudah 500 petugas kesehatan sudah di vaksinasi dengan Sinovac, menurut dr Nadia Sekretariat Presiden dari Youtube "Angka tersebut menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari nakes untuk mendukung program vaksinasi, yang sekaligus juga menunjukkan optimisme mereka terhadap keamanan dan manfaat vaksin dalam memberikan perlindungan terhadap diri mereka dari COVID-19".

Jika tertarik untuk di vaksinasi dengan Sinovac sudah ada jadwal di beberapa kota seperti
  • Bandung pada 3 Februari 2021, di bawah koordinasi RS Hasan Sadikin
  • Denpasar pada 4 Februari 2021, di bawah koordinasi RSUP Sanglah
  • Manado pada 5 Februari 2021, di bawah koordinasi RSUP Kandou


Vaksin Sputnik V
Banyak yang membandingkan Sinovac dengan Sptunik dikarenakan Sputnik V memiliki efesiensi 91,6 persen terhadap infeksi Corona. Vaksin ini sudah disetujui di Rusia, Belarusia, Serbia, Argentina, Bolivia, Aljazair, Venezuela, Paraguay, Turkmenistan, Hongaria, UEA, Iran, Guinea, Tunisia, Armenia dan wilayah Palestina. Jadi mengapa Indonesia tidak memilih Sputnik V? Dan lebih memilih Sinovac? Bahkan Rusia sudah memulai vaksinasi massal sejak desember 2020 dan tercatat efek sampingnya hanyalah demam atau nyeri di area suntik.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menyebutkan bahwa dasar pemilihan vaksin Covid-19 harus memenuhi beberapa faktor. Pertama, ujarnya, vaksin yang terpilih harus memiliki unsur keamanan, khasiat, dan mutu yang terjamin oleh lembaga berwenang. Selain itu, vaksin yang terpilih itu juga harus dapat dibuktikan dari serangkaian pengujian yang dimulai dari pengujian praklinis, uji klinis tahap satu, dua, dan tiga.

Dia menjelaskan bahwa platform ataupun metode pembuatan vaksin tersebut telah dikuasai oleh Bio Farma. Vaksin Sinovac tersebut dibuat dengan menggunakan platform inactivated atau virus yang sudah dimatikan dan sudah terbukti pada jenis-jenis vaksin lainnya.

Kemudian faktor penentu lainnya adalah sistem mutu yang dimiliki oleh Sinovac yang sudah diakui oleh Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Honesti menambahkan bahwa dalam kerjasama antara Bio Farma dengan Sinovac, terdapat juga transfer teknologi dalam hal pengujian-pengujian yang dibutuhkan.

Penyebab Hasil Tes Swab Covid-19 di Tangsel Lama
Banyaknya keluhan warga mengenai lamanya hasil tes swab keluar akhirnya didengar Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany.

"Alat polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi virus SARS CoV-2 yang dimiliki Laboratorium Kesehatan Daerah Tangsel mengalami kerusakan," terang Airin.

Pemkot Tangsel tengah menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat. "Kita masih menunggu bantuan Mobile Laboratory Biosafety Level (BSL)-2 dari pemerintah pusat untuk mendeteksi kasus Covid-19. Insyallah awal Februari 2021 besok datang dan bisa kembali digunakan untuk melakukan pemeriksaan," ungkap Airin Rachmi Diany.